
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Serangan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz meningkat tajam dan mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia. Dalam satu hari, empat kapal tanker dilaporkan terkena proyektil saat melintasi jalur strategis tersebut, sekitar dua kali lipat dibandingkan rata-rata serangan harian pada pekan sebelumnya. Eskalasi ini terjadi ketika aliran minyak Timur Tengah sebelumnya mulai kembali mendekati level sebelum konflik.
Meningkatnya risiko keamanan mulai memengaruhi keputusan operator kapal. Sejumlah supertanker dan kapal kelas Suezmax dilaporkan berbalik arah atau mengubah rute ketika mendekati Fujairah, Uni Emirat Arab, yang berada di pintu masuk Selat Hormuz. Selain itu, waktu tunggu untuk aktivitas ship-to-ship transfer juga disebut semakin panjang. Jika kondisi ini berlanjut, distribusi minyak dari kawasan tersebut berpotensi mengalami perlambatan.
Padahal, Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Sebelumnya, arus minyak dari Timur Tengah telah pulih hingga sekitar 80% dari level sebelum konflik, dengan jutaan barel minyak mentah dan produk bahan bakar keluar melalui jalur tersebut setiap hari. Namun, meningkatnya serangan dapat membuat perusahaan pelayaran lebih berhati-hati dan meningkatkan biaya pengiriman maupun asuransi.
Arab Saudi juga menghadapi tekanan setelah serangkaian serangan kelompok Houthi yang didukung Iran. Meskipun aktivitas pemuatan minyak di sejumlah terminal Saudi masih berlangsung, intensitasnya mulai melambat dibandingkan lonjakan pada akhir September. Jika gangguan semakin meluas, pasar berpotensi kembali memperhitungkan premi risiko geopolitik yang lebih besar terhadap harga minyak.
Newsmaker melihat, ancaman terbesar saat ini bukan hanya berkurangnya produksi minyak, tetapi terganggunya jalur distribusi. Selama Selat Hormuz tetap menjadi sasaran serangan, harga Oil berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan mendapat tekanan naik. Pasar akan mencermati apakah perlambatan lalu lintas tanker hanya sementara atau berkembang menjadi gangguan pasokan yang lebih serius.
Sumber : Newsmaker.id