
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Imbal hasil Treasury AS bergerak mixed pada perdagangan Jumat (25/9), namun tekanan tetap terlihat pada tenor panjang setelah yield obligasi 20 tahun dan 30 tahun kembali meningkat. Yield Treasury 10 tahun bertahan di sekitar 5,20% setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam hampir dua dekade. Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar bahwa suku bunga AS dapat bertahan tinggi lebih lama akibat tekanan inflasi yang belum mereda.
Kenaikan yield sepanjang pekan didorong oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve. Sejumlah pejabat The Fed yang sebelumnya dianggap lebih dovish mulai memberikan pandangan lebih ketat terkait inflasi. Pernyataan Gubernur The Fed Michael Barr mengenai kemungkinan kebutuhan kenaikan suku bunga tambahan semakin memperkuat spekulasi bahwa bank sentral masih membuka peluang pengetatan lanjutan.
Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga tambahan The Fed semakin besar. Ekspektasi kenaikan bunga pada pertemuan Oktober meningkat, sementara peluang kenaikan pada akhir tahun juga tetap tinggi. Kondisi tersebut membuat investor terus melakukan penyesuaian portofolio terhadap aset obligasi karena imbal hasil yang lebih tinggi mencerminkan periode kebijakan moneter ketat yang lebih panjang.
Selain faktor kebijakan moneter, kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah turut memberikan tekanan terhadap pasar obligasi. Risiko inflasi dari sektor energi membuat investor memperkirakan proses penurunan inflasi menuju target The Fed dapat berjalan lebih lambat. Hal ini mendorong kenaikan yield global karena pasar mencari kompensasi atas risiko inflasi yang meningkat.
Dari sisi ekonomi, sentimen konsumen AS mengalami pelemahan dengan meningkatnya ekspektasi inflasi rumah tangga dalam jangka pendek maupun panjang. Namun, investasi sektor AI tetap memberikan dukungan terhadap ekonomi melalui peningkatan belanja modal perusahaan. Kombinasi ekonomi yang masih kuat dan tekanan inflasi menjadi alasan utama pasar obligasi tetap berada di bawah tekanan.
Analisis Newsmaker: Kenaikan yield Treasury menjadi salah satu faktor terbesar yang menggerakkan pasar global saat ini. Yield tinggi mendukung dolar AS, tetapi dapat menekan saham, emas, dan aset berisiko karena meningkatkan biaya pendanaan. Fokus utama investor berikutnya adalah apakah data inflasi dan tenaga kerja AS akan memperkuat peluang kenaikan suku bunga tambahan atau mulai memberikan ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan.
Sumber: Newsmaker.id