
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan pada Selasa (13/10) bahwa Presiden AS Donald Trump menjadi ancaman terhadap independensi bank sentral AS. Namun, Waller menegaskan bahwa sejauh ini tekanan tersebut belum berhasil mengubah independensi The Fed dalam menentukan kebijakan moneternya. Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi Bloomberg New Economy Forum 2026.
Menurut Waller, independensi The Fed tetap penting agar keputusan suku bunga dapat dibuat berdasarkan kondisi ekonomi dan inflasi, bukan tekanan politik. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Kongres dan pengadilan AS akan berperan dalam melindungi independensi bank sentral. Federal Reserve
Pernyataan Waller muncul ketika pasar sedang menunggu data inflasi AS dan mencoba membaca arah kebijakan suku bunga berikutnya. Sebelumnya, Waller mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan untuk membawa inflasi menuju target 2%, tetapi waktunya tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi. Reuters
Waller juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI), yang menurutnya berpotensi meningkatkan produktivitas dan memperlebar pertumbuhan GDP per kapita. Namun, perkembangan AI juga menjadi perhatian pasar karena investasi besar-besaran di sektor tersebut saat ini menjadi salah satu sumber optimisme sekaligus risiko bagi perekonomian global. IMF juga baru-baru ini memperingatkan bahwa perlambatan investasi AI dapat memicu volatilitas pasar. Reuters
Dampak ke market: isu independensi The Fed dapat meningkatkan sensitivitas pasar terhadap setiap komentar pejabat bank sentral. Jika investor menilai tekanan politik berpotensi memengaruhi kebijakan suku bunga, ketidakpastian dapat mendorong volatilitas Dolar dan Treasury yield, sementara Gold dapat memperoleh dukungan sebagai aset safe haven. Namun, untuk saat ini, arah pasar tetap lebih banyak ditentukan oleh data inflasi dan prospek suku bunga dibandingkan pernyataan politik semata.
Sumber : Newsmaker.id