
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kelompok Houthi yang didukung Iran menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Arab Saudi, termasuk Aramco di Dahran, Bandara King Khalid, serta kilang Aramco di Riyadh. Serangan tersebut disampaikan oleh juru bicara militer Houthi di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok tersebut dan Arab Saudi.
Juru bicara militer Houthi mengatakan operasi terhadap bandara dan fasilitas minyak Saudi akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan jalur distribusi minyak di kawasan.
Serangan terhadap fasilitas Aramco menjadi perhatian karena perusahaan tersebut merupakan salah satu pemain utama industri energi Saudi. Gangguan terhadap fasilitas produksi atau pengolahan minyak berpotensi memengaruhi pasokan dan meningkatkan volatilitas harga minyak global.
Eskalasi ini juga terjadi ketika ketegangan antara Iran dan negara-negara yang berseberangan dengannya semakin meningkat. Investor kini mencermati kemungkinan perluasan konflik serta dampaknya terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah.
Analisis Newsmaker: Risiko terhadap harga minyak cenderung meningkat jika serangan Houthi benar-benar mengganggu fasilitas produksi, pengolahan, atau distribusi energi Saudi. Selain itu, ancaman serangan lanjutan dapat mempertahankan premi risiko geopolitik pada crude. Semakin besar potensi gangguan pasokan, semakin kuat pula tekanan bullish terhadap harga minyak, terutama jika konflik meluas ke fasilitas energi utama atau jalur pelayaran regional.
Sumber : Newsmaker.id