
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Direktur National Economic Council Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan bahwa The Federal Reserve bisa saja memilih menahan suku bunga sementara jika data menunjukkan inflasi mulai melambat. Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa keputusan The Fed akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi, terutama inflasi, menjelang pertemuan kebijakan berikutnya.
Hassett menilai apabila tekanan inflasi mulai mereda, pembuat kebijakan The Fed memiliki alasan untuk berhenti sejenak dan melihat bagaimana kondisi ekonomi berkembang. Sikap tersebut sejalan dengan pendekatan wait and see, terutama ketika arah inflasi dan pasar tenaga kerja masih menjadi pertimbangan utama. Sebelumnya, Hassett juga telah menyampaikan kehati-hatian terhadap kenaikan suku bunga yang terlalu dekat dengan periode pemilu. abc7ny.com
Pernyataan ini menjadi semakin penting karena pasar sedang menunggu data CPI AS. Jika inflasi ternyata lebih rendah dari perkiraan, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga dapat semakin besar. Sebaliknya, jika inflasi kembali tinggi, tekanan untuk mempertahankan kebijakan ketat akan meningkat karena The Fed masih harus memastikan inflasi bergerak menuju target 2%.
Newsmaker melihat, dampak ke market akan sangat bergantung pada hasil CPI. Inflasi yang lebih rendah berpotensi menekan yield dan Dolar AS sehingga memberikan ruang bagi Gold dan aset berisiko untuk menguat. Sebaliknya, CPI yang panas dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, menopang Dolar dan yield, sekaligus memberikan tekanan terhadap Gold. Dengan kata lain, CPI menjadi penentu apakah sinyal “tahan dulu” dari Hassett akan mendapat dukungan dari data atau justru sebaliknya.
Sumber: Newsmaker.id