Saham Jepang Campuran, Tekno & Farmasi Tertekan, Yen Lemah Angkat Eksportir
Bursa saham Jepang ditutup dengan pergerakan campuran pada Jumat. Topix naik tipis 0,1% ke 3.187,02, sementara Nikkei turun 0,9% ke 45.354,99. Sektor teknologi dan farmasi menjadi penekan utama indeks, sedangkan pelemahan yen memberi dukungan pada saham eksportir.
Saham chip-related seperti Lasertec, Disco, dan Sumco memimpin pelemahan di Nikkei 225 setelah reli beruntun beberapa hari terakhir. Laporan Wall Street Journal bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan rencana untuk mengurangi ketergantungan AS pada semikonduktor luar negeri turut memperburuk sentimen sektor ini.
Tekanan juga datang dari sektor farmasi, menyusul kebijakan Presiden Donald Trump yang akan memberlakukan tarif 100% pada produk farmasi bermerek dan berpatent mulai 1 Oktober. Kebijakan ini menambah beban bagi saham farmasi Jepang yang sudah melemah.
Di sisi lain, pelemahan yen terhadap dolar AS membantu menopang saham eksportir. Mata uang Jepang sempat turun 0,7% semalam setelah rilis data ekonomi AS yang kuat, membuat yen mendekati level kunci 150. Kondisi ini memberi angin segar bagi perusahaan berbasis ekspor yang mendapat keuntungan dari kurs lebih lemah.(ads)
Source: Bloomberg