Saham Jepang Melemah, Yen Menguat
Saham Jepang terkoreksi setelah penguatan yen menekan kinerja eksportir, di tengah penerbitan kebijakan suku bunga The Fed yang semakin banyak akibat banyaknya langkah Donald Trump untuk mengumumkan salah satu gubernurnya. Topix turun 1,1% ke 3.071,99—penurunan harian terbesar sejak 14 Agustus—sementara Nikkei melemah 1% ke 42.394,40 pada penutupan perdagangan di Tokyo.
Sektor yang berkaitan dengan ekspor seperti elektronik menjadi penekan utama Topix, diikuti TI dan otomotif. Sony menjadi kontributor terbesar terhadap penurunan indeks acuan dengan pelemahan 1,9%. Sentimen ditekankan setelah yen berhasil menembus 147 per dolar pada hari Selasa menyusul kabar Trump akan mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook, meski kemudian dolar memangkas pelemahan usai Cook menegaskan tak akan mundur. Menurut Anna Wu (VanEck, Sydney), berita semacam ini memicu kekhawatiran atas independensi The Fed dan meningkatkan volatilitas.
Ke depan, pemanasan tersebut berpotensi memicu dolar terhadap yen, yang biasanya menjadi angin sakal bagi eksportir saham Jepang. Hiroshi Namioka (T&D Asset Management) menilai jika Trump mendorong pemangkasan suku bunga terlalu cepat, risiko terhadap inflasi AS meningkat dan itu negatif bagi ekuitas. Ia menambahkan pasar Jepang rentan aksi ambil keuntungan karena baru saja menyentuh rekor, dengan beberapa tanda overheating.
Di level emiten, Nissan menjadi yang terburuk di Nikkei, sempat anjlok 6,8% setelah kabar Mercedes-Benz Pension Trust melepas kepemilikannya di produsen mobil tersebut. Tokyo Electric Power Company (TEPCO) juga turun 8% ke level terendah hari ini, dipicu aksi profit Taking usai reli sebelumnya terkait perkiraan dimulainya kembali salah satu pembangkit tenaga nuklir nuklir Jepang.(ayu)
Sumber: Newsmaker.id