Saham Jepang Turun Akibat Terkait Inflasi yang Kuat
Indeks Nikkei 225 turun 0,29% hingga ditutup pada level 38.702, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,44% menjadi 2.702 pada hari Jumat (20/12), menandai sesi penurunan keenam berturut-turut karena investor bereaksi terhadap data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan.
Tingkat inflasi utama Jepang naik ke level tertinggi tiga bulan sebesar 2,9% pada bulan November, naik dari 2,3% pada bulan Oktober, sementara tingkat inflasi inti meningkat menjadi 2,7%, melampaui ekspektasi pasar sebesar 2,6%. Angka-angka ini mendukung pandangan yang agresif terhadap kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ). Namun, BOJ memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan bulan Desember, dengan alasan perlunya menilai tren upah, ketidakpastian ekonomi global, dan kebijakan pemerintahan AS yang baru.
Saham teknologi, industri, dan konsumen memimpin penurunan. Selama seminggu, indeks Nikkei dan Topix masing-masing turun 1,95% dan 1,62%.(mrv)
Sumber : Trading Economics