Nikkei Anjlok Tajam di Akhir Perdagangan
Bursa saham Jepang ditutup melemah tajam pada perdagangan Selasa, dengan indeks Nikkei 225 turun 3,46% di akhir sesi Tokyo. Tekanan pasar terutama datang dari sektor kertas dan pulp, transportasi, serta komunikasi yang menyeret pergerakan saham secara luas. Pelemahan ini menunjukkan investor masih berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah tekanan pasar global.
Di antara saham yang masih mampu menguat, Fujikura Ltd. menjadi salah satu penopang utama setelah naik 5,29% ke level 6.487. Meiji Holdings juga menguat 3,52% ke 3.704, sementara Nichirei Corp. naik 3,11% ke 2.103,50. Namun, kenaikan beberapa saham tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan besar yang terjadi di pasar secara keseluruhan.
Tekanan terbesar datang dari Furukawa Electric yang anjlok 15,52% ke level 49.000. Kioxia Holdings juga melemah tajam 15,10% ke 92.290, disusul Mitsui Mining and Smelting yang turun 12,62% ke 46.250. Di Bursa Efek Tokyo, jumlah saham yang melemah mencapai 2.572, jauh lebih banyak dibandingkan 978 saham yang menguat, sementara 216 saham berakhir tidak berubah.
Tekanan di pasar Jepang juga terjadi saat harga komoditas ikut melemah. Minyak mentah untuk pengiriman Agustus turun 1,41% ke US$72,82 per barel, sedangkan Brent turun 1,41% ke US$76,43 per barel. Harga emas berjangka Agustus juga melemah 1,57% ke US$4.136,82 per troy ounce. Dari pasar valuta asing, USD/JPY turun tipis ke 161,46, sementara EUR/JPY melemah ke 184,56, menandakan pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap suku bunga global dan volatilitas aset berisiko.(asd)
Sumber: Newsmaker.id