Saham Jepang Catatkan Kerugian Bulanan Terbesar Sejak 2008
Indeks Nikkei 225 turun 1,58% dan ditutup pada level 51.064, sementara indeks Topix yang lebih luas turun 1,26% menjadi 3.498 pada hari Selasa. Ini menandai sesi kerugian keempat berturut-turut, seiring meningkatnya ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen investor. Baik Nikkei maupun Topix tercatat mengalami penurunan signifikan masing-masing sebesar 13,23% dan 11,19% untuk bulan Maret, yang merupakan penurunan bulanan terbesar mereka sejak krisis keuangan global tahun 2008.
Jepang terus bergulat dengan tingginya biaya energi yang dipicu oleh perang di Iran, mencerminkan ketergantungan besar negara tersebut pada impor minyak dari wilayah tersebut. Ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah dan sinyal campuran dari Amerika Serikat mengenai upaya untuk mengakhiri konflik, dengan laporan terbaru yang menunjukkan bahwa Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer AS terhadap Iran meskipun Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka, turut memengaruhi pasar saham Jepang.
Ke depan, investor perlu terus memantau perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait dengan potensi perdamaian di Iran, serta dampaknya terhadap harga energi global. Fluktuasi harga minyak dan keputusan kebijakan AS, serta dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi global, akan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam memprediksi arah pasar saham Jepang di bulan-bulan mendatang. (asd)
Sumber : Newsmaker.id