Nikkei-Topix Melemah, Minyak Naik Uji Sentimen Jepang
Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis ketika investor kembali berhati-hati menyusul pernyataan yang saling bertentangan terkait pembicaraan gencatan senjata AS–Iran. Ketidakpastian tersebut mendorong harga minyak naik, dan kembali menekan sentimen pasar Jepang yang sensitif terhadap biaya energi.
Indeks Topix turun 0,2% ke 3.642,80, sementara Nikkei 225 melemah 0,3% ke 53.603,65. Pelemahan berlangsung luas: dari 1.655 saham anggota Topix, 1.022 turun, 574 naik, dan 59 tidak berubah. Tokio Marine Holdings menjadi pemberat terbesar, turun 3,4%.
Tekanan datang dari kenaikan minyak. Brent naik 2,2% ke sekitar US$104,50/barel, memantul dari penurunan hari sebelumnya. AS kembali menyatakan negosiasi masih berjalan, namun Iran menolak pendekatan yang disampaikan Presiden Donald Trump. Kontradiksi ini meningkatkan risiko bahwa gangguan di Selat Hormuz bertahan lebih lama, sehingga pasar memperpanjang premi risiko energi.
Nomura Securities menilai pernyataan yang simpang siur membuat peluang “blokade efektif” akibat ketegangan militer bisa berkepanjangan. Dalam kondisi ini, pergerakan harga minyak menjadi variabel dominan yang mengarahkan ekuitas Jepang, terutama melalui kanal inflasi impor dan tekanan margin perusahaan.
Investor juga mulai meningkatkan lindung nilai terhadap potensi penurunan lanjutan. Pelaku pasar dilaporkan menggunakan short selling dan opsi untuk mengantisipasi pergerakan turun yang tajam jika konflik berlarut dan volatilitas energi kembali meningkat.
Sektor asuransi dan peralatan listrik memimpin pelemahan Topix. Sebelum koreksi hari ini, saham asuransi sempat naik dua hari berturut-turut setelah Tokio Marine mengumumkan investasi US$1,8 miliar dari Berkshire Hathaway. Namun, strategi profit-taking kembali terlihat: ketika pasar sempat menguat di tengah ketidakpastian yang tinggi, investor cenderung mengunci keuntungan lebih cepat. (asd)
Sumber : Newsmaker.id