Saham Jepang Pulih, Tapi Risiko Minyak Masih Mengintai
Saham Jepang menguat pada Selasa setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran, yang sementara meredakan kekhawatiran eskalasi dan mendorong minat risiko. Topix ditutup naik 2,1% ke 3.559,67, sementara Nikkei 225 menguat 1,4% ke 52.252,28, memutus tren turun dua hari yang dipicu kekhawatiran lonjakan minyak menekan ekonomi Asia dan laba korporasi.
Meski minyak sempat turun sekitar 10% setelah komentar Trump pada Senin, harga kembali naik pada Selasa dengan Brent berada di sekitar US$103 per barel pada sore hari di Tokyo. Pelaku pasar menilai reli saham terjadi karena asumsi adanya jalur negosiasi di balik layar, meski Iran membantah negosiasi langsung. Di sisi lain, laporan menyebut Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengambil langkah menuju keterlibatan lebih jauh, menjaga volatilitas tetap tinggi karena pasar Jepang sangat sensitif terhadap arah minyak.
Penguatan dipimpin sektor asuransi, perbankan, dan trading house. Indeks saham asuransi Topix melonjak 7,9%, kenaikan terbesar sejak April, setelah Tokio Marine Holdings mengumumkan Berkshire Hathaway akan berinvestasi sekitar US$1,8 miliar dalam kemitraan strategis. Saham Tokio Marine melonjak 17% hingga menyentuh batas kenaikan harian, dan pasar menilai investasi Berkshire berpotensi meningkatkan minat ke saham Jepang lain, seperti yang pernah terjadi pada trading house. (asd)
Sumber : Newsmaker.id