Nikkei Putus Tren Turun, Pasar Uji Arah “Pembicaraan” AS–Iran
Saham Jepang menguat pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal akan mengakhiri rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran. Langkah itu mengungkapkan kekhawatiran eskalasi konflik dan mendorong minat kembali risiko masuk ke pasar saham.
Pada awal perdagangan, Nikkei 225 sempat naik hingga 2,3%, sementara Topix menguat hingga 2,5%. Penguatan dipimpin saham elektronik dan perbankan, yang menjadi kontributor kenaikan terbesar di Topix.
Reli ini memutus tren turun dua hari pada indeks Jepang, yang sebelumnya memicu streaming minyak akibat konflik Timur Tengah akan menekan ekonomi Asia dan laba korporasi. Setelah komentar Trump pada hari Senin, harga minyak dilaporkan turun sekitar 10%, dan Brent menjanjikan sekitar US$100 per barel saat bursa Tokyo dibuka.
Nomura Asset Management menilai kabar yang lebih konstruktif terkait perang berpotensi memberi ruang pemulihan pada ekuitas Jepang. Penguatan saham teknologi AS pada Senin juga disebut ikut menjadi penopang sentimen global dan membantu mendorong pembelian di pasar Jepang.
Namun, risikonya belum sepenuhnya hilang. Harga minyak masih berada di level tinggi, dan belum jelas apakah pembicaraan AS–Iran yang disebut Trump akan mengarah pada gencatan senjata. Ketidakpastian ini membuat peluang penguatan lanjutan dinilai bisa terbatas setelah dorongan beli awal mereda.
Trump mengatakan AS menjalani “pembicaraan produktif” dengan Iran dan akan menahan serangan terhadap aset energi selama lima hari, tetapi Iran membantah adanya negosiasi secara langsung. Pada saham individu, Tokio Marine Holdings menguat setelah diumumkannya Berkshire Hathaway akan berinvestasi sekitar US$1,8 miliar di perusahaan asuransi tersebut. (asd)
Sumber : Newsmaker.id