Nikkei Anjlok Saat Brent Melonjak, Sektor Siklis Pimpin Pelemahan
Saham Jepang ditutup melemah tajam pada Kamis, dengan Nikkei 225 turun 3,57% di Tokyo. Pelemahan dipimpin sektor kertas & pulp, transportasi, dan komunikasi, mencerminkan kembalinya mode risk-off saat harga energi melonjak dan menekan sentimen ekuitas.
Di antara saham yang menguat, BayCurrent Consulting naik 2,73% ke 4.549, Furukawa Electric naik 2,37% ke 29.400, dan Inpex bertambah 0,53% ke 4.700 serta mencetak rekor tertinggi. Namun tekanan mayoritas saham menenggelamkan indeks, dengan breadth negatif: 3.393 saham turun berbanding 314 naik, dan 100 tidak berubah.
Pelemahan terdalam terjadi pada Sumitomo Metal Mining (-8,77%), Taiheiyo Cement (-8,68%) yang menyentuh terendah 52 minggu, serta Tokyo Electric Power (-8,41%). Penurunan tajam di saham-saham siklis dan material mengindikasikan pasar menyesuaikan ulang ekspektasi permintaan dan biaya input di tengah volatilitas energi.
Di pasar komoditas, Brent Mei melonjak 5,81% ke US$113,62, sementara WTI Mei naik 1,05% ke US$96,46. Emas April turun 2,58% ke US$4.769,66, menambah sinyal tekanan pada aset tanpa imbal hasil ketika dolar dan yield menjadi penentu. Meski indeks turun tajam, Volatilitas Nikkei hanya turun 1,70% ke 32,44, menandakan premi opsi tetap tinggi meski sedikit mereda.
Di FX, USD/JPY turun tipis ke 159,64 dan EUR/JPY turun ke 182,95. Indeks dolar AS berjangka naik 0,16% ke 100,04, sejalan dengan penguatan dolar yang kerap menyertai risk-off global.(alg)
Sumber: Newsmaker.id