Nikkei Melemah, Sektor Industri dan Komunikasi Jadi Beban
Pasar saham Jepang ditutup melemah pada perdagangan Selasa(17/3), dengan tekanan berasal dari sektor kertas & pulp, transportasi, dan komunikasi. Indeks utama Nikkei 225 turun 0,22% pada penutupan perdagangan di Tokyo.
Meskipun indeks melemah, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan. Emiten pelayaran seperti Kawasaki Kisen Kaisha melonjak 6,33%, diikuti Daiichi Sankyo yang naik 5,93%, serta Nippon Yusen yang menguat 5,67% dan bahkan mencetak level tertinggi sepanjang masa.
Sebaliknya, tekanan datang dari saham sektor industri dan teknologi. Furukawa Electric turun 6,68%, Sumitomo Electric Industries melemah 6,16%, dan Lasertec terkoreksi 5,16%.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik masih lebih banyak dibandingkan yang turun di Bursa Tokyo, mencerminkan kondisi pasar yang cenderung mixed di tengah tekanan indeks utama.
Di sisi lain, volatilitas pasar justru menurun, dengan Nikkei Volatility Index turun 7,21%, menandakan meredanya kekhawatiran jangka pendek investor.
Dari pasar komoditas, harga minyak menguat signifikan—Brent crude oil naik ke atas US$103 per barel, sementara gold juga menguat ke atas US$5.000 per troy ounce.
Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY naik ke 159,36, mencerminkan pelemahan yen, sementara indeks dolar AS menguat tipis.(alg)
Sumber: Newsmaker.id