Nikkei Ditutup Turun , Volatilitas Naik Saat Minyak Melonjak
Saham Jepang melemah pada penutupan perdagangan Senin di Tokyo, dengan indeks Nikkei 225 turun 5,24%. Penurunan dipimpin oleh pelemahan di sektor Kertas & Pulp, Transportasi, dan Komunikasi, mencerminkan tekanan sentimen yang meluas di bursa.
Di antara saham yang menguat, Rohm Ltd naik 7,12% ke 3.474,00 dan menyentuh level tertinggi 52 minggu. CyberAgent menguat 3,72% ke 1.325,50, sementara ZOZO naik 2,45% ke 1.193,00. Di sisi lain, pelemahan terdalam terjadi pada Resonac Holdings yang jatuh 12,59% ke 10.655,00, diikuti Advantest turun 11,03% ke 22.875,00 dan Furukawa Electric melemah 10,12% ke 25.300,00.
Breadth pasar menunjukkan tekanan yang dominan, dengan jumlah saham turun jauh melampaui saham naik, yakni 3.422 berbanding 314, sementara 93 saham tidak berubah. Sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian, Indeks Volatilitas Nikkei melonjak 28,00% ke 41,05, menandakan kenaikan tajam premi risiko yang dipatok pasar opsi.
Dari sisi lintas aset, lonjakan energi kembali menjadi sorotan: WTI pengiriman April naik 14,65% ke US$104,22 per barel dan Brent pengiriman Mei naik 16,74% ke US$108,21. Emas berjangka April turun 1,08% ke US$5.103,04 per troy ounce, sementara dolar menguat dengan USD/JPY naik 0,53% ke 158,63 dan indeks dolar AS berjangka naik 0,43% ke 99,40. Kombinasi kenaikan energi, penguatan dolar, dan lonjakan volatilitas menjadi tiga variabel yang kemungkinan tetap membentuk arah sentimen pasar Jepang dalam waktu dekat.(alg)
Sumber: Newsmaker.id