Saham Jepang Turun, Profit Taking di Teknologi Menekan
Saham Jepang melemah pada Jumat karena investor mulai ambil untung di saham teknologi yang sebelumnya unggul, sementara isu baru terkait tarif baja dan aluminium menambah tekanan pada emiten yang punya bisnis besar di Amerika Serikat. Topix turun 1,6% ke 3.818,85, sedangkan Nikkei 225 turun 1,2% ke 56.941,97. Dari 1.665 saham dalam Topix, hanya 287 yang naik, 1.348 turun, dan 30 stagnan—menunjukkan tekanan yang cukup menyebar.
Sektor teknologi dan perbankan menjadi pemberat utama. Kekhawatiran terhadap tema AI kembali menguat setelah pelemahan saham-saham AS, sehingga pasar Jepang ikut terkoreksi. Ekonom Mitsubishi UFJ Trust & Banking, Naoya Oshikubo, menilai koreksi ini dipicu kekhawatiran soal AI, sekaligus karena beberapa saham terkait AI sudah terlalu mahal, sehingga investor memanfaatkan momentum untuk realisasi profit.
Tekanan juga terasa pada saham logistik dan baja. Perusahaan logistik seperti Yamato Holdings terpukul lebih dalam karena muncul kekhawatiran platform AI dapat mendisrupsi industri tersebut. Sementara itu, saham baja seperti Nippon Steel dan Yamato Kogyo melemah pada sesi siang setelah laporan Financial Times menyebut pemerintahan Trump berencana mengurangi sebagian tarif di sektor itu. Analis Iwai Cosmo, Taku Sugawara, menilai tarif selama ini dianggap positif bagi perusahaan yang berbisnis di AS, sehingga jika tarif diturunkan, dampaknya justru bisa menjadi sentimen negatif yang signifikan bagi emiten terkait.(asd)
Sumber: Newsmaker.id