Nikkei Siap Koreksi Setelah Cetak Rekor, Ada Apa?
Indeks saham Jepang diperkirakan melemah setelah reli kencang yang mengantarkan pasar ke rekor tertinggi pada Selasa. Setelah euforia, pelaku pasar mulai mengantisipasi aksi ambil untung—apalagi ketika sentimen global mulai kurang ramah.
Tekanan datang dari Wall Street: saham teknologi AS turun semalam, dan itu bisa “menular” ke sektor teknologi di Jepang yang sebelumnya ikut jadi mesin penggerak reli.
Sinyal awal sudah terlihat di pasar derivatif. Kontrak berjangka Nikkei 225 turun 1,0% ke 54.025 di Singapore Exchange—indikasi pasar membuka hari dengan nada lebih hati-hati.
Di sisi mata uang, pasangan USD/JPY berada di 155,78, menguat dibanding 155,43 saat penutupan pasar saham Tokyo pada Selasa. Pergerakan yen bisa ikut memengaruhi saham eksportir dan sentimen risiko secara keseluruhan.
Fokus investor kini beralih ke musim laporan keuangan. Dua emiten besar yang dinanti hari Rabu adalah Marubeni dan Mitsubishi Heavy Industries—hasilnya bisa jadi “penentu arah” setelah indeks sudah naik terlalu cepat.
Sebagai konteks, pada Selasa Nikkei Stock Average melesat 3,9% dan menutup hari di level tertinggi sepanjang masa 54.720,66. Setelah lonjakan segila itu, pasar biasanya masuk fase uji: koreksi sehat dulu, atau justru lanjut terbang?(asd)
Sumber: Newsmaker.id