Brent Menguat di Sesi Asia, Premi Risiko Timur Tengah Naik Lagi
Harga minyak Brent menguat pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026 di sesi Asia, memperpanjang kenaikan dari hari sebelumnya. Brent naik sekitar 1% ke area $68 per barel, seiring pasar kembali memasang risk premium setelah tensi di Timur Tengah memanas.
Kenaikan dipicu kekhawatiran eskalasi setelah Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln. Peristiwa ini dinilai meningkatkan risiko insiden militer lanjutan di jalur strategis energi.
Di saat yang sama, laporan menyebut kapal cepat bersenjata Iran mendekati kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz—rute transit vital ekspor minyak dari sejumlah negara Teluk. Faktor ini membuat pasar cenderung cepat bereaksi karena potensi gangguan logistik bisa berdampak langsung ke pasokan global.
Harapan de-eskalasi juga kembali “goyang” karena Iran meminta pembicaraan nuklir dipindahkan ke Oman dan ruang lingkupnya dipersempit pada isu bilateral. Ketidakpastian jalur diplomasi ini membuat pelaku pasar lebih memilih kembali memasang premi risiko dibanding berspekulasi konflik cepat mereda.
Dari sisi suplai, harga mendapat dukungan tambahan setelah sumber pasar mengutip American Petroleum Institute bahwa stok minyak mentah AS turun tajam, lebih dari 11 juta barel. Namun, arah berikutnya berpotensi ditentukan oleh data resmi U.S. Energy Information Administration yang standar rilisnya Rabu 10:30 ET (malam WIB) — perbedaan antara angka API dan data resmi sering memicu volatilitas intraday.
Di pasar yang lebih luas, Reuters mencatat sentimen global masih rapuh (saham bergejolak), tetapi minyak justru naik karena narasi utamanya kembali “headline-driven” Timur Tengah. Kondisi seperti ini biasanya membuat pergerakan harga sensitif pada kabar terbaru, bukan sekadar data makro.
Level yang banyak dipantau trader hari ini ada di area pivot klasik: Pivot 67,87, dengan support 67,51 lalu 67,29, dan resistance 68,09 lalu 68,45. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang uji resistance tetap terbuka, tetapi bila rilis EIA mengecewakan atau headline mereda, koreksi teknikal biasanya mengincar area support terdekat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id