• Wed, Feb 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

4 February 2026 10:58  |

Alarm Timur Tengah: Oil Naik

Harga minyak menguat tajam di perdagangan Asia, Rabu (4 Feb 2026), setelah pasar merespons dua katalis sekaligus: tensi AS–Iran yang memanas dan sinyal pasokan AS yang mengetat karena data persediaan.

Kontrak Brent April naik sekitar 1,2% ke $68,15/barel, sementara WTI menguat 1,4% ke $63,69/barel pada jam perdagangan yang dilaporkan. Kenaikan ini mencerminkan pasar yang kembali memasang “premi risiko” untuk kawasan Timur Tengah.

Pemicu utama datang dari laporan bahwa militer AS menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden ini langsung mengangkat kekhawatiran eskalasi, karena melibatkan aset militer besar di jalur strategis.

Di saat hampir bersamaan, laporan maritim menyebut kapal cepat (gunboats) Iran terlihat mendekati tanker berbendera AS di Selat Hormuz—jalur kunci ekspor energi global. Situasi ini menambah kekhawatiran soal keamanan pelayaran dan potensi gangguan distribusi minyak.

Yang bikin pasar makin tegang: rangkaian insiden itu terjadi menjelang jadwal pembicaraan AS–Iran pekan ini. Namun muncul sinyal tarik-menarik soal format dan ruang lingkup perundingan—yang membuat pelaku pasar ragu apakah dialognya akan berjalan mulus atau justru makin alot.

Selain faktor geopolitik, minyak juga ditopang data industri dari American Petroleum Institute (API): stok minyak AS dilaporkan turun 11,1 juta barel untuk pekan yang berakhir 30 Januari, berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan stok justru naik 0,7 juta barel. Penurunan besar ini dikaitkan dengan cuaca dingin ekstrem yang mengganggu produksi dan aliran pasokan.

Kombinasi “risiko Timur Tengah + pasokan AS mengetat” biasanya jadi resep klasik penguat minyak: market menambah premi risiko untuk kemungkinan gangguan suplai, sambil menimbang data inventori yang mendukung narasi supply lebih ketat. Kalau headline Hormuz bertambah panas, minyak berpotensi tetap sensitif dan mudah “spike” dalam waktu singkat.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Minyak Dunia Tertahan

Harga minyak sedikit berubah setelah mengalami penurunan beberapa minggu yang lalu, dengan hubungan pedagang dampak dari sank...

22 September 2025 07:39
OIL

Greenland & Tarif Trump Bikin Market Minyak Waspada

Harga minyak cenderung stabil di sesi Asia pada Senin setelah pekan lalu bergerak liar karena isu risiko pasokan Iran. Fokus ...

19 January 2026 10:48
BIAS23.com NM23 Ai