Hang Seng Tergelincir, Tech Jadi Beban
Saham-saham Hong Kong dibuka melemah pada hari Rabu pagi. Indeks utama turun sekitar 110 poin atau 0,4% ke level 26.720, kembali ke arah setelah sempat mencatat kenaikan tipis pada sesi sebelumnya.
Pelemahan ini terjadi setelah Wall Street terseret aksi penjualan saham teknologi semalam, sehingga sentimen risk appetite di Asia ikut mendingin. Pasar Hong Kong pun semakin menjauh dari level tertinggi 4,5 tahun yang dicapai pekan lalu, terutama karena tekanan di sektor teknologi dan saham konsumen.
Padahal dari sisi data, penjualan ritel Desember tercatat naik ke bulan keenam berturut-turut—menutup 2025 dengan sinyal konsumsi yang masih bertahan. Namun, data positifnya belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual yang dominan di papan teknologi.
Penurunan juga tertahan sebagian karena penguatan saham-saham di daratan Tiongkok, setelah pengawasan swasta menunjukkan pertumbuhan sektor jasa tercepat dalam tiga bulan menjelang musim libur Tahun Baru Imlek. Di Hong Kong sendiri, aktivitas sektor swasta juga disebut bertumbuh untuk bulan keenam pada bulan Januari, didukung pesanan baru dan permintaan luar negeri.
Di jajaran saham yang paling tertinggal, Minimax Group ambles 7,3%, disusul Trip.com turun 4,4%, Xiaomi melemah 2,3%, dan SMIC turun 2,2%. Sebaliknya, CK Hutchison justru naik 1,7% di tengah kabar proses arbitrase terkait Panama, setelah mahkamah agung negara itu membatalkan kontrak operasi dua pelabuhan yang sebelumnya dikelola perusahaan asal Hong Kong tersebut.(asd)
Sumber : Newsmaker.id