Euforia Balik? Emas–Perak Pulih Setelah Likuidasi Besar
Harga emas dan perak menguat tajam pada Selasa (3/2) karena pembeli memanfaatkan penurunan harga setelah aksi jual ekstrem yang memotong reli rekor pekan lalu. Di pasar fisik/spot, emas sempat mendekati area $4.9K/oz dan perak kembali menembus $87/oz, menandakan minat beli muncul ketika tekanan likuidasi mulai mereda.
Secara teknis, koreksi kemarin dipicu kombinasi profit taking, margin call, dan pengetatan persyaratan margin kontrak futures logam mulia—yang biasanya memperbesar volatilitas ketika posisi leverage “dipaksa” keluar. Sejumlah laporan menyoroti bahwa pelepasan posisi spekulatif (terutama di Asia) ikut mempercepat penurunan, sebelum pasar mulai stabil saat likuidasi mereda.
Dari sisi fundamental, narasi besar yang mengangkat emas belum sepenuhnya hilang: kekhawatiran geopolitik, risiko pelemahan nilai mata uang, dan isu independensi bank sentral masih jadi alasan investor memegang logam mulia. Karena itu, beberapa institusi masih mempertahankan proyeksi bullish—misalnya Deutsche Bank AG yang tetap menyebut target $6.000/oz dalam catatan risetnya.
Namun pasar tetap rapuh karena pemantulan ini terjadi di tengah ketidakpastian arah dolar. Setelah sempat menguat, dolar AS melemah tipis lagi; Bloomberg Dollar Spot Index disebut turun 0,2% pada Selasa, yang biasanya membantu emas/perak karena komoditas menjadi relatif “lebih murah” bagi pembeli non-dolar.
Faktor China juga jadi perhatian besar. Aksi “buy the dip” dari investor ritel di pusat perdagangan emas seperti Shenzhen disebut ramai jelang libur Tahun Baru Imlek, sementara bank-bank BUMN di China memperketat kontrol investasi emas untuk mengelola volatilitas. Seberapa agresif pembeli China kembali masuk kemungkinan akan ikut menentukan apakah pemulihan berlanjut atau cuma pantulan sementara. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id