Emas Pulih Tajam Pasca Penurunan Bersejarah Picu Aksi Beli
Emas dan perak kembali bangkit pasca penurunan bersejarah dari rekor tertinggi sepanjang masa memancing para pembeli yang memburu harga murah (dip-buyers) kembali masuk ke pasar logam mulia.
Emas spot sempat naik hingga 7,1% ke atas $4.990 per ons, pulih sebagian dari penurunan terburuknya dalam lebih dari satu dekade. Perak melesat lebih dari 12% — diperdagangkan di atas $89 per ons — seiring nada risk-on kembali ke pasar yang lebih luas dan dolar AS melemah.
Dua logam mulia ini sempat “ngebut” bulan lalu dalam reli yang ditopang momentum spekulatif, gejolak geopolitik, dan kekhawatiran soal independensi Federal Reserve. Namun lonjakan itu mendadak berhenti di akhir pekan lalu: perak mencetak penurunan harian terbesar sepanjang sejarah, dan emas anjlok paling dalam sejak 2013, setelah serangkaian peringatan dari pengamat pasar bahwa kenaikannya sudah terlalu besar dan terlalu cepat. Kejatuhan mendadak terjadi saat sesi perdagangan Asia pada Jumat, lalu penurunan berlanjut pada Senin.
Dana-dana dari China dan investor ritel Barat telah menumpuk posisi besar di logam mulia. Gelombang pembelian opsi call serta investor yang berbondong-bondong masuk ke produk exchange-traded berleverage ikut menambah “bensin” reli tersebut — sampai akhirnya terjadi kolaps mendadak.
“Kami menilai koreksi ini akan baik bagi pasar dalam jangka panjang,” tulis ahli strategi UBS Group AG, Joni Teves, dalam sebuah catatan. “Periode ini seharusnya memberi kesempatan bagi investor untuk membangun posisi strategis jangka panjang pada level masuk yang lebih menarik.”
Mayoritas bank tetap mendukung pandangan bahwa emas akan pulih. Deutsche Bank AG, misalnya, mengatakan pada Senin bahwa mereka tetap mempertahankan proyeksi emas akan reli ke $6.000 per ons.
Seberapa besar investor China “buy the dip” akan berperan menentukan arah pasar. Akhir pekan lalu, pembeli ramai-ramai mendatangi pasar emas terbesar di Shenzhen untuk menimbun perhiasan dan batangan jelang Tahun Baru Imlek. Pasar China akan tutup sedikit lebih dari satu minggu mulai 16 Februari untuk libur tersebut. Sementara itu, bank-bank besar milik negara di China juga memperketat kontrol investasi emas untuk mengelola volatilitas.
Pada pukul 15:49 waktu New York, emas naik 6,1% menjadi $4.946,49 per ons. Perak menguat 7,04% ke $84,85, sementara platinum dan paladium juga naik. Bloomberg Dollar Spot Index — indikator nilai dolar AS — turun 0,3%.
Investor juga memantau ketegangan antara AS dan Iran, setelah Presiden Donald Trump mengatakan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir baru bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Terobosan dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung (safe haven) dan menekan harga.(yds)
Sumber: Bloomberg.com