Minyak Lompat 2%: Drone Iran Ditembak Jatuh, Hormuz Kembali Tegang
Harga minyak naik sekitar 2% pada Selasa (3/2) setelah militer United States menembak jatuh drone Iran yang disebut mendekati secara “agresif” kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Di saat yang sama, laporan terpisah menyebut kapal-kapal kecil bersenjata mendekati kapal tanker berbendera AS di Strait of Hormuz—memanaskan kembali kekhawatiran bahwa upaya de-eskalasi AS–Iran bisa terganggu.
Penutupan perdagangan: Brent Crude menguat ke $67,33/barel (+1,6%), sementara West Texas Intermediate naik ke $63,21/barel (+1,7%). Sehari sebelumnya, kedua acuan sempat jatuh lebih dari 4% setelah Presiden Donald Trump menyebut Iran “serius” berbicara dengan Washington.
Di Hormuz, sumber maritim dan firma keamanan menyebut kapal-kapal cepat Iran mendekati tanker berbendera AS Stena Imperative di utara Oman. Insiden ini kembali menyorot titik sempit yang krusial: sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara OPEC di kawasan Teluk melewati jalur ini, terutama menuju Asia.
Dari sisi diplomasi, ketegangan juga belum sepenuhnya “bersih”: ada laporan Iran meminta venue pembicaraan digeser ke Oman dan ruang lingkup difokuskan ke isu nuklir saja—membuat pasar menilai peluang negosiasi berjalan mulus masih penuh friksi.
Sementara itu, sentimen sempat mendapat “bantalan” dari kabar kesepakatan dagang AS–India yang memunculkan harapan permintaan energi membaik. Namun detailnya masih tipis, termasuk klaim pemangkasan tarif dan isu pembelian minyak Rusia—pasar masih menunggu kepastian implementasi dari pihak India.(yds)
Sumber: Investing.com