Nikkei Tergelincir 1,3%, Toyota & Panasonic Menekan Bursa Jepang
Saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan Selasa, seiring pasar masih dibayangi ketidakpastian hubungan dagang AS–Eropa yang memanas akibat isu Greenland. Sentimen risk-off membuat investor lebih hati-hati, terutama pada sektor yang sensitif terhadap perdagangan global.
Indeks Nikkei Stock Average turun 1,3% ke 52.888,66, dengan tekanan terbesar datang dari saham otomotif dan elektronik. Dua sektor ini biasanya paling cepat terkena dampak ketika pasar mulai mengantisipasi gangguan ekspor dan rantai pasok.
Di papan saham, Toyota Motor turun 2,0%, sementara Panasonic Holdings melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham besar ini ikut menyeret pergerakan indeks secara keseluruhan karena bobotnya yang kuat di pasar Jepang.
Di pasar valuta, USD/JPY berada di 158,13, sedikit lebih tinggi dibanding level 157,88 pada penutupan bursa Tokyo sehari sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 2,300%, menandakan pasar juga memperhitungkan risiko dan kebijakan ke depan.
Investor kini memantau dua hal utama: perkembangan terbaru tensi Greenland yang bisa mempengaruhi perdagangan global, serta langkah Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk menopang ekonomi menjelang pemilu awal Februari. Arah kebijakan fiskal dan strategi stimulus akan jadi kunci, karena bisa mempengaruhi yen, obligasi, dan pergerakan saham Jepang dalam beberapa pekan ke depan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id