AUD Melemah Jelang Hari Kedua Trump–Xi
Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS, dengan AUD/USD turun ke sekitar 0,7205 pada awal perdagangan Asia Jumat. Pasar cenderung berhati-hati menjelang hari kedua sekaligus hari terakhir pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Pada hari pertama pertemuan Kamis, Trump menyebut ia berharap hubungan AS–China menjadi “lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya”. Trump juga mengatakan Xi menawarkan bantuan untuk meredakan konflik serta berjanji tidak akan memasok peralatan militer ke Iran.
Dari sisi China, Xi disebut ingin Selat Hormuz kembali dibuka. Fokus lain yang menonjol adalah Taiwan, setelah Xi memperingatkan Trump bahwa salah penanganan klaim China atas Taiwan dapat memicu “benturan bahkan konflik”, mengingat isu pulau sengketa itu menjadi pembahasan utama dalam pertemuan.
Sensitivitas pasar terhadap isu ini tinggi karena AUD kerap dipandang sebagai “proxy China”, mengingat China adalah mitra dagang utama Australia. Karena itu, setiap sinyal meningkatnya ketegangan AS–China berpotensi menekan AUD.
Di saat yang sama, data inflasi AS yang kembali menguat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang mendukung Dolar AS. Pasar juga menilai peluang kenaikan suku bunga masih terbuka menjelang akhir tahun, dengan CME FedWatch menunjukkan probabilitas sekitar 32,9% untuk kenaikan 25 bps pada pertemuan Desember, naik dari 22,5% sepekan sebelumnya.
Ke depan, arah AUD/USD akan banyak dipengaruhi dua faktor: hasil akhir pembicaraan Trump–Xi dan bagaimana pasar menafsirkan jalur suku bunga The Fed setelah rangkaian data inflasi yang lebih panas dari perkiraan. (asd)
Source: Newsmaker.id