Saham Asia Beragam Ditengah Ketidakpastian Tarif dan Kekhawatiran Resesi
Pasar saham Asia-Pasifik beragam pada hari Rabu (12/3), setelah ketiga indeks acuan di Wall Street berfluktuasi akibat ketidakpastian atas rencana tarif Presiden AS Donald Trump dan kekhawatiran akan resesi di ekonomi terbesar di dunia.
Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tarif 25% untuk baja dan aluminium akan berlaku di Kanada dan negara-negara lain mulai hari Rabu, tetapi menambahkan bahwa Trump tidak lagi berencana untuk menaikkan tarif impor baja dan aluminium Kanada menjadi 50%.
Indeks acuan Jepang Nikkei 225 naik 0,25% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix yang lebih luas naik tipis 0,61%.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,65% pada awal perdagangan, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,11%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,43%. Kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di angka 23.765 yang menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di angka 23.782,14.
Di tempat lain, India diperkirakan akan merilis angka inflasi untuk bulan Februari di kemudian hari. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi akan melambat menjadi 3,98% dari 5,68% pada bulan Januari.
Sementara semalam di AS, saham merosot di tengah ketidakpastian atas tarif baru yang diusulkan oleh Trump yang terus berubah sepanjang hari Selasa. Ketidakpastian kebijakan perdagangan telah membawa patokan tersebut ke ambang koreksi, yang didefinisikan sebagai penurunan sebesar 10% dari titik tertingginya.(yds)
Sumber: CNBC