Wall Street Menguat, AI dan CPI Jinak Jadi Penopang
Bursa saham Amerika Serikat mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/8) setelah laporan kinerja sejumlah perusahaan AI yang solid dan data inflasi AS yang relatif terkendali. S&P 500 naik sekitar 0,3% mendekati rekor penutupan, Nasdaq menguat 0,7%, sementara Dow Jones berakhir hampir datar.
Saham berbasis kecerdasan buatan menjadi penggerak utama pasar. CoreWeave melonjak 19,3% setelah membukukan penjualan yang melampaui perkiraan, sementara Super Micro Computer atau SMCI melesat sekitar 19% setelah memberikan proyeksi pendapatan yang lebih kuat dari ekspektasi.
Optimisme juga meluas ke sektor semikonduktor. Nvidia naik sekitar 3%, Oracle menguat 5,4%, dan Micron melonjak 4,9%. Sentimen semakin positif setelah hasil kuat Tencent serta masuknya investasi baru Temasek ke SK Hynix dan Samsung memperkuat optimisme terhadap belanja infrastruktur AI.
Dari sisi makroekonomi, data CPI AS menunjukkan inflasi inti tetap relatif stabil. Kondisi tersebut meredakan tekanan terhadap Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga dan memberikan dukungan tambahan bagi saham teknologi yang sensitif terhadap pergerakan yield.
Namun, tidak seluruh saham teknologi menikmati kenaikan. Sejumlah perusahaan hyperscaler justru membalikkan penguatan awal, dengan Microsoft turun 2,3%, Meta melemah 3,4%, dan Amazon kehilangan 1,8%. Kekhawatiran terhadap tingginya belanja modal AI turut membuat investor lebih selektif.
Analisis Newsmaker: Wall Street mendapat dua katalis positif sekaligus, yaitu inflasi yang tidak lebih panas dari perkiraan dan optimisme baru terhadap bisnis AI. Namun, kenaikan harga energi akibat ketidakpastian pasokan Timur Tengah tetap menjadi risiko inflasi. Selama yield Treasury tidak kembali melonjak, saham teknologi berpeluang tetap menjadi penopang utama indeks AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id