Wall Street Menguat, CPI Jinak dan Saham AI Jadi Penopang
Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Rabu (12/8), didukung hasil solid dari perusahaan terkait kecerdasan buatan atau AI serta data inflasi CPI yang relatif jinak. S&P 500 naik 0,3% dan kembali menguji rekor area, sementara Nasdaq 100 menguat hampir 1% dan Dow Jones bergerak naik tipis.
Sentimen positif datang dari saham AI dan infrastruktur teknologi. CoreWeave melonjak 20% setelah membukukan penjualan yang lebih kuat dari perkiraan, sementara SMCI naik hampir 15% setelah perkiraan pendapatannya melebihi perkiraan analis.
Saham hyperscaler dan produsen chip juga ikut mendapat dorongan dari hasil kuat Tencent. Selain itu, kabar Temasek mengambil posisi baru di SK Hynix dan Samsung turut memperkuat optimisme terhadap sektor semikonduktor dan infrastruktur AI.
Penguatan ini membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap volatilitas saham AI pada awal kuartal ketiga. Beberapa saham teknologi besar seperti Nvidia, Oracle, dan Amazon ikut naik, mencerminkan kembali menguatnya minat pasar terhadap tema AI.
Dari sisi dampak pasar, data CPI inti yang relatif stabil membantu mengurangi tekanan terhadap FOMC untuk segera menaikkan suku bunga. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi saham, khususnya sektor teknologi. Namun, pasar tetap mencermati pasokan energi dari Timur Tengah karena jika harga minyak kembali naik, risiko inflasi dapat muncul lagi dan membatasi reli Wall Street. (asd)
Sumber: Newsmaker.id