Wall Street Bergerak Campuran, Pasar Menanti CPI AS
Bursa saham Amerika Serikat bergerak beragam pada perdagangan Selasa (11/8), seiring investor mencermati harga energi dan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. S&P 500, Dow, dan Nasdaq 100 bergerak terbatas, dengan S&P 500 sempat menguji rekor area.
Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 14,4 poin atau 0,03% ke 53.961,6. S&P 500 naik 14,4 poin atau 0,19% menjadi 7.767,51, sementara Nasdaq Composite menguat 66,8 poin atau 0,25% menjadi 26.672,17.
Sentimen pasar mendapat sedikit dukungan dari laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat dengan suatu bentuk kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sekitar enam bulan. Otoritas Pakistan dan Qatar juga memberikan sinyal optimisme bahwa kesepakatan tersebut dapat membantu memulihkan perdagangan minyak melalui Teluk Persia.
Di pasar saham, pelemahan imbal hasil memberi ruang bagi saham perbankan untuk menguat tipis, termasuk JPMorgan dan Goldman Sachs. Sementara itu, Nvidia naik 1,5% setelah menggalang dana US$500 miliar bersama perbankan secara swasta untuk membangun lebih banyak infrastruktur AI. Sebaliknya, Intel kembali turun 1,5% setelah sebelumnya melemah 4%, karena perusahaan menaikkan rencana penjualan saham dari US$15 miliar menjadi US$20 miliar.
Dari sisi dampak pasar, Wall Street masih berpotensi bergerak hati-hati menjelang rilis data CPI AS pada hari Rabu. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan depan bisa menguat dan menekan saham. Namun, jika CPI melandai serta kabar damai AS-Iran semakin jelas, sentimen risk-on kembali menopang S&P 500 dan Nasdaq. (asd)
Sumber: Newsmaker.id