• Tue, Aug 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 August 2026 09:48  |

Trump Klaim AS Kuasai Hormuz, Tuntutan Ganti Rugi Peruncing Konflik dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Angkatan Laut AS kini memegang kendali penuh atas Selat Hormuz setelah operasi penyisiran ranjau di kawasan tersebut. Trump mengatakan jalur strategis itu pada dasarnya telah terbuka dan menegaskan bahwa Washington saat ini menjadi satu-satunya pihak yang memiliki kendali penuh atas perairan tersebut. Pernyataan itu muncul ketika ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat, dengan isu kompensasi perang menjadi titik perselisihan terbaru kedua negara.

Berbicara kepada wartawan di Oval Office pada Senin, Trump menggambarkan posisi militer AS di Hormuz sebagai “tembok baja”. Ia mengakui Iran masih sesekali menempatkan ranjau di kawasan tersebut, namun menyatakan Angkatan Laut AS mampu mendeteksi dan menyingkirkannya. Washington diketahui telah mempertahankan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran sejak pertengahan April, sementara Teheran bersikeras bahwa Selat Hormuz belum akan dibuka sepenuhnya sebelum tuntutannya dipenuhi.

Pemerintah Iran sebelumnya menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, mengatakan Washington harus mencabut blokade laut dan sanksi, menarik pasukan Amerika dari kawasan, membayar kompensasi perang, serta melepaskan aset Iran yang dibekukan. Iran juga menuntut penghentian serangan AS terhadap kelompok-kelompok sekutunya di kawasan. Pembicaraan Iran dengan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran sejauh ini juga disebut tidak otomatis berarti Selat Hormuz akan dibuka sepenuhnya.

Trump kemudian membalas tuntutan tersebut dengan mengajukan klaim kompensasi kepada Iran. Melalui unggahan di Truth Social, ia mengatakan Iran justru seharusnya membayar Amerika Serikat atas korban tewas maupun terluka dalam berbagai serangan yang dikaitkan dengan Teheran, termasuk serangan bom pinggir jalan. Trump juga menyinggung warga Iran yang menurutnya telah menjadi korban tindakan rezim selama beberapa dekade terakhir. Saling tuntut mengenai reparasi ini semakin memperumit upaya diplomasi antara Washington dan Teheran.

Di tengah kebuntuan tersebut, Trump mengisyaratkan bahwa AS tidak terburu-buru melancarkan serangan militer baru dan lebih memilih membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran terus meningkat. Pemerintah Iran membantah klaim bahwa sanksi Amerika telah melumpuhkan perekonomiannya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menilai Washington terus mengandalkan sanksi setiap kali jalur diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan, bahkan meningkatkan tekanannya ketika kebijakan tersebut dinilai gagal.

Ketidakpastian mengenai Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama pasar energi global karena sebelum konflik, jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Selama Washington dan Teheran belum menemukan titik temu terkait blokade, sanksi, kompensasi, dan keamanan pelayaran, premi risiko geopolitik berpotensi tetap menjaga harga minyak pada level tinggi.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

Teluk Membara, Hormuz Terkunci Lagi?

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat saling serang besar pada Minggu, menjadi eskalasi paling berat dalam beberapa bulan...

13 July 2026 07:39
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai