Emas Tutup Menguat, CPI Jadi Ujian Berikutnya
Harga emas mengakhiri perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, dengan penguatan dan tetap berada di sekitar level tertinggi dalam tujuh pekan. Data Trading Economics menunjukkan emas berada di kisaran US$4.389 per troy ons pada akhir perdagangan, naik sekitar 1% dari sesi sebelumnya. Kekuatan emas melanjutkan momentum setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu meningkatkan keraguan pasar terhadap kebutuhan Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Permintaan terhadap emas juga tetap ditopang momentum beli yang kuat serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Reuters mencatat emas spot sempat diperdagangkan di US$4.356,79 per troy ons pada Senin setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tujuh pekan. Pembelian emas oleh bank sentral China turut memberikan dukungan setelah cadangan emas negara tersebut mencatat penambahan terbesar sejak Oktober 2023.
Meski demikian, kenaikan emas menghadapi hambatan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi. Indeks dolar naik sekitar 0,2% ke 99,80, sementara lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Brent melonjak lebih dari 4% menuju US$87 per barel karena ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, membuat pasar kembali mempertimbangkan risiko bahwa inflasi energi dapat membatasi ruang The Fed untuk bersikap lebih dovish.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan CPI AS yang dijadwalkan Rabu. Data tersebut akan menjadi ujian besar bagi reli emas karena akan memengaruhi ekspektasi terhadap langkah suku bunga Fed berikutnya. Inflasi yang lebih lunak berpotensi menekan dolar dan yield sekaligus membuka ruang emas untuk kembali menguji area US$4.400, sementara CPI yang lebih panas dapat mendorong repricing suku bunga dan memicu aksi ambil untung setelah reli kuat emas dalam beberapa sesi terakhir.(CP)