Wall Street Cetak Rekor, Saham AI Terpecah
Wall Street melanjutkan reli pada awal perdagangan Rabu (5/8). S&P 500 naik sekitar 0,6%, Dow Jones bertambah hampir 400 poin, dan Nasdaq menguat sekitar 0,4%. S&P 500 dan Dow kembali menyentuh rekor tertinggi, didukung laporan keuangan yang solid serta optimisme terhadap pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sentimen pasar membaik setelah pejabat AS kembali mengisyaratkan kemajuan pembicaraan dengan Iran. Prospek pulihnya jalur perdagangan energi Timur Tengah membantu menekan harga minyak dan yield Treasury, sehingga kekhawatiran terhadap inflasi serta kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda.
Dari sisi perusahaan, Eli Lilly melonjak sekitar 8,7% setelah membukukan pendapatan di atas ekspektasi dan menaikkan proyeksi kinerja tahunannya. Arista Networks juga menguat sekitar 6,2% setelah pendapatan kuartal kedua serta proyeksi kuartal berikutnya melampaui perkiraan, didukung permintaan jaringan pusat data AI.
Namun, sentimen terhadap saham AI tidak sepenuhnya positif. SpaceX anjlok sekitar 11,4% karena investor mencemaskan besarnya pengeluaran untuk infrastruktur AI dan potensi bertambahnya pasokan saham setelah berakhirnya masa pembatasan penjualan investor awal. AMD turut melemah sekitar 5,5%, meski pendapatan pusat datanya tumbuh kuat, karena kinerja dan prospeknya belum memenuhi ekspektasi pasar yang sudah sangat tinggi.
Analisis Newsmaker: Sentimen Wall Street masih bullish karena didukung laba perusahaan, penurunan tekanan inflasi energi, dan harapan damai AS–Iran. Namun, posisi indeks di level rekor meningkatkan risiko profit-taking. S&P 500 perlu bertahan di atas 7.750 untuk membuka peluang menuju 7.800, sedangkan penurunan di bawah area tersebut dapat membawa indeks kembali menguji 7.700–7.680. Arah berikutnya juga akan ditentukan oleh data tenaga kerja AS dan perkembangan negosiasi Hormuz.(yds)
Sumber: Newsmaker.id