Kashkari Desak The Fed Mulai Naikkan Suku Bunga
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menilai The Fed sudah waktunya mulai menaikkan suku bunga secara bertahap untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%. Ia tidak menginginkan pengetatan secara drastis, tetapi mendorong kenaikan perlahan sambil terus mengevaluasi data ekonomi terbaru.
Kashkari termasuk salah satu dari tiga pejabat yang menolak keputusan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan lalu. Ia memilih kenaikan sebesar 25 basis poin, sementara mayoritas anggota mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%.
Menurut Kashkari, menunggu terlalu lama dapat membuat inflasi semakin mengakar dalam perekonomian. Kondisi tersebut berisiko memaksa The Fed menaikkan suku bunga lebih agresif pada masa mendatang. Tujuan pengetatan bukan untuk memperlambat ekonomi secara sengaja, tetapi mengendalikan tekanan harga sebelum menjadi lebih sulit ditangani.
Pernyataan ini memperlihatkan perpecahan yang semakin jelas di internal The Fed. Sejumlah pejabat mendukung kenaikan bunga karena inflasi masih tinggi, sedangkan pejabat lainnya memilih menunggu perkembangan inflasi, harga energi, dan pasar tenaga kerja sebelum mengambil langkah berikutnya.
Analisis Newsmaker: Sikap hawkish Kashkari secara teori mendukung dolar dan yield obligasi, tetapi dapat menekan emas serta saham. Meski demikian, dampaknya saat ini tertahan oleh data tenaga kerja AS yang lemah, penurunan yield, dan meredanya kekhawatiran inflasi energi. Emas bahkan masih bergerak di sekitar US$4.257 per troy ons. Fokus pasar berikutnya tertuju pada NFP; hasil yang kuat dapat memperkuat peluang kenaikan bunga, sedangkan data lemah berpotensi membuat komentar Kashkari kehilangan pengaruh. (arl)
Sumber: Newsmaker.id