Drama Hormuz Mereda, Wall Street Cetak Rekor
Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (4/8) setelah harapan kesepakatan AS–Iran mendorong sentimen risiko. S&P 500 naik 1,8% ke rekor 7.736,52, sedangkan Dow Jones melonjak 907 poin ke level tertinggi 54.085,88. Nasdaq Composite turut melesat 2,6% ke 26.584,99, dipimpin saham teknologi dan kecerdasan buatan.
Optimisme meningkat setelah Qatar menyatakan rancangan proposal deeskalasi telah disiapkan dan diedarkan kepada pihak-pihak terkait. Pejabat AS juga berharap kesepakatan sementara dapat segera membuka kembali Selat Hormuz. Harapan tersebut menjatuhkan Brent ke bawah US$80 per barel dan menekan yield obligasi AS karena risiko inflasi energi dinilai mulai mereda.
Saham Palantir menjadi salah satu penggerak terbesar setelah melonjak hampir 30% berkat kenaikan proyeksi pendapatan dan kuatnya penjualan komersial. Caterpillar menguat sekitar 6% setelah kinerja kuartalnya melampaui perkiraan dan perusahaan melihat permintaan kuat dari pembangunan pusat data AI.
Reli juga meluas ke sektor semikonduktor. Philadelphia Semiconductor Index melonjak sekitar 6,6%, sementara sektor teknologi S&P 500 naik 4,5%. Kenaikan tersebut menunjukkan investor kembali memburu saham AI dan chip setelah volatilitas tinggi yang sempat menekan sektor tersebut pada Juli.
Setelah penutupan pasar, perhatian beralih ke laporan AMD dan SpaceX. AMD mencatat pendapatan kuartal kedua US$11,5 miliar dan laba disesuaikan US$1,66 per saham, tetapi sahamnya berbalik turun dalam perdagangan setelah jam kerja. SpaceX melaporkan pendapatan US$7,8 miliar, naik 92% secara tahunan, tetapi masih mencatat rugi bersih US$541 juta.
Analisis Newsmaker: Sentimen Wall Street masih bullish selama diplomasi AS–Iran berkembang dan minyak bertahan di bawah US$80. Namun, posisi indeks yang sudah mencetak rekor serta reaksi negatif terhadap beberapa laporan setelah penutupan dapat memicu profit-taking. S&P 500 perlu bertahan di atas 7.700 untuk membuka peluang menuju 7.760–7.800. Jika turun di bawah 7.700, koreksi berpotensi mengarah ke 7.650 hingga 7.600. (arl)
Sumber : Newsmaker.id