Harapan Hormuz Angkat Bursa Eropa
Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8) setelah investor menyambut laporan keuangan perusahaan yang cukup solid dan munculnya harapan kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz. STOXX Europe 600 naik 0,7%, DAX Jerman menguat 0,8%, FTSE 100 bertambah 0,2%, sedangkan CAC 40 dan Swiss Market Index masing-masing naik 0,6%. Bursa Eropa juga sempat menyentuh rekor baru pada sesi tersebut.
Optimisme geopolitik meningkat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan dengan Iran berpotensi tercapai pada Selasa atau Rabu. Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut diharapkan dapat memperlancar pasokan energi dan meredakan tekanan inflasi global.
Di sektor pertambangan, saham Rio Tinto naik 3,4% dan Glencore menguat 2,5%. Investor menilai Rio Tinto belum terburu-buru menghidupkan kembali pembicaraan merger dengan Glencore setelah masa larangan negosiasi selama enam bulan berakhir.
BP melaporkan laba kuartal kedua yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$5,73 miliar, melampaui perkiraan berkat kenaikan harga energi, perdagangan, dan margin pengolahan. Namun, sahamnya tetap melemah karena pasar mencemaskan penurunan minyak apabila diplomasi AS–Iran berhasil.
Saham BioNTech turun setelah perusahaan membukukan rugi disesuaikan sebesar €2,22 per saham dan pendapatan merosot menjadi €105,6 juta. Penurunan terutama disebabkan melemahnya permintaan vaksin Covid-19, sementara biaya pengembangan produk kanker tetap tinggi.
Analisis Newsmaker: Bursa Eropa masih berpeluang mempertahankan tren positif apabila laporan keuangan tetap kuat dan diplomasi AS–Iran menghasilkan pembukaan Selat Hormuz. Namun, pergerakan saham energi dapat tertahan oleh potensi penurunan minyak, sementara kegagalan perundingan berisiko kembali memicu inflasi, kenaikan yield, dan aksi ambil untung di pasar saham. (arl)
Sumber : Newsmaker.id