Wall Street Cetak Rekor, Saham AI Kembali Membara
Bursa saham Amerika Serikat menguat tajam pada perdagangan Selasa (4/8) dan kembali mencetak rekor. Indeks S&P 500 naik 0,5%, Dow Jones melonjak sekitar 650 poin, sedangkan Nasdaq 100 menguat 1,4%.
Sentimen pasar membaik setelah Qatar memberi sinyal adanya kemajuan menuju kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan meredanya konflik menekan harga bahan bakar dan gas alam, sekaligus membantu mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi.
Turunnya harga energi membuat yield obligasi AS tetap terkendali. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik saham, terutama sektor teknologi, karena pasar menilai tekanan terhadap Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara agresif mulai berkurang.
Saham Palantir melonjak lebih dari 15% setelah menaikkan proyeksi kinerja berkat kuatnya penjualan komersial. Caterpillar juga melesat hampir 10% setelah laba perusahaan berhasil melampaui perkiraan pasar.
Sementara itu, saham perusahaan teknologi besar bergerak beragam setelah reli kuat sehari sebelumnya. Investor kini menunggu laporan keuangan AMD dan SpaceX untuk melihat apakah tingginya investasi infrastruktur AI benar-benar menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang kuat.
Wall Street masih ditopang oleh meredanya risiko inflasi dan optimisme terhadap AI. Namun, reli dapat kembali tertekan apabila negosiasi AS–Iran gagal, harga energi berbalik naik, atau laporan keuangan perusahaan teknologi tidak memenuhi ekspektasi tinggi pasar.(yds)
Sumber: Newsmaker.id