EIA: Stok Minyak AS Tak Terduga Naik
Persediaan minyak mentah Amerika Serikat naik 2,479 juta barel menjadi 407 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli. Hasil ini berlawanan dengan perkiraan pasar yang mengantisipasi penurunan sekitar 1,5 juta barel. EIA merilis laporan mingguan tersebut pada Rabu, 5 Agustus.
Persediaan di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, melonjak 2,356 juta barel. Peningkatan stok di lokasi penyerahan kontrak WTI ini menjadi sinyal negatif karena menunjukkan pasokan minyak mentah domestik bertambah. Penurunan aktivitas kilang sebesar 183.000 barel per hari dan kenaikan impor bersih juga ikut mendorong penumpukan stok.
Namun, bagian produk bahan bakar menunjukkan kondisi lebih ketat. Persediaan bensin turun 1,643 juta barel menjadi 209,7 juta barel, sedangkan stok distilat—termasuk diesel dan minyak pemanas—anjlok 3,473 juta barel menjadi 107,2 juta barel. Penurunan distilat jauh berbeda dari perkiraan pasar yang mengantisipasi kenaikan.
Data tersebut memberi sinyal campuran bagi harga minyak. Kenaikan stok minyak mentah cenderung bearish untuk WTI, tetapi penurunan tajam bensin dan distilat menunjukkan permintaan produk akhir atau aktivitas distribusi masih cukup kuat. Pergerakan minyak juga tetap dipengaruhi ancaman Houthi di Laut Merah dan perkembangan negosiasi pembukaan Selat Hormuz. Sebelum rilis EIA, Brent berada di sekitar US$80,10 dan WTI sekitar US$75,93 per barel.
Analisis Newsmaker: Data EIA berpotensi menahan kenaikan minyak karena stok mentah dan persediaan Cushing sama-sama bertambah. WTI yang gagal bertahan di atas US$76 dapat kembali menguji US$75–US$74, sedangkan Brent berisiko turun menuju US$79–US$78. Namun, penurunan besar stok distilat serta risiko serangan di Timur Tengah dapat membatasi tekanan jual. Minyak berpeluang kembali menguat apabila perkembangan geopolitik memburuk atau gangguan pelayaran meluas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id