ADP Anjlok, Emas Terbang Tembus US$4.230
Harga emas melonjak lebih dari 3,5% ke sekitar US$4.233 per troy ons, level tertinggi sejak 18 Juni. Reli terjadi setelah pelemahan data tenaga kerja Amerika Serikat menekan dolar, sementara penurunan harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Data ADP Employment Change menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 44.000 pekerjaan pada Juli, jauh di bawah perkiraan 70.000. Angka Juni juga direvisi turun menjadi 95.000 dari laporan awal 98.000. Hasil tersebut memperkuat indikasi perlambatan perekrutan setelah data lowongan kerja JOLTS sebelumnya ikut melemah.
ISM Services PMI naik tipis menjadi 54,1 dari 54,0, tetapi tetap di bawah perkiraan 54,5. Angka di atas 50 menandakan sektor jasa masih berekspansi, sehingga data tersebut belum menunjukkan ekonomi AS memasuki kontraksi. Artinya, sinyal tenaga kerja melemah, tetapi aktivitas ekonomi secara umum masih cukup bertahan.
Dukungan emas juga datang dari harapan pembukaan kembali Selat Hormuz. Prospek membaiknya arus energi menekan minyak dan yield Treasury, sehingga biaya peluang memegang emas ikut menurun. Namun, kesepakatan belum final dan sejumlah detail mengenai kendali pelayaran serta biaya transit masih menjadi perdebatan.
Pasar memangkas peluang kenaikan bunga The Fed pada September menjadi sekitar 57%, dari 67% sehari sebelumnya. Namun, pejabat The Fed masih menilai inflasi terlalu tinggi dan membuka peluang pengetatan tambahan, sehingga pergerakan emas tetap berisiko volatil menjelang laporan NFP Jumat.
Analisis Newsmaker: Momentum emas masih bullish selama harga bertahan di atas US$4.200. Resistance terdekat berada di US$4.250, kemudian US$4.280–US$4.300. Jika gagal mempertahankan US$4.200, profit-taking dapat membawa emas menuju US$4.165–US$4.150. NFP yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi mendorong harga menembus US$4.300, sedangkan NFP kuat dapat mengangkat dolar dan memicu koreksi tajam. ADP memberi sinyal awal yang lemah, tetapi bukan prediktor langsung hasil NFP.(yds)*
Sumber: Newsmaker.id