Minyak Turun, Bursa Eropa Dekati Rekor
Bursa saham Eropa kembali menguat pada perdagangan Senin (3/8) setelah meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menekan harga minyak. Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,4% ke level 652,09, mendekati rekor penutupan 652,77 yang tercatat pada awal Juli.
Penguatan dipimpin oleh saham barang konsumsi dan ritel karena penurunan harga energi dinilai dapat membantu menekan biaya operasional sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Indeks DAX Jerman dan Euro Stoxx 50 juga menyentuh level tertinggi baru.
Sebaliknya, saham sektor energi menjadi salah satu kelompok yang paling tertinggal. Iran menyatakan pembicaraan untuk meningkatkan pelayaran melalui Selat Hormuz mulai menunjukkan kemajuan setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan besar terhadap Teheran.
Dari sisi korporasi, saham AstraZeneca anjlok 9% setelah muncul laporan bahwa perusahaan farmasi Inggris tersebut sempat mempertimbangkan akuisisi Bristol Myers Squibb. Kabar itu memicu kekhawatiran investor mengenai besarnya biaya dan risiko dari kemungkinan transaksi tersebut.
Kinerja bursa Eropa juga didukung laporan keuangan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan dalam indeks MSCI Europe diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba kuartal kedua sekitar 14%, didorong belanja pertahanan, investasi fiskal, serta pemulihan aktivitas industri dan manufaktur.
Analisis Newsmaker: Meredanya risiko geopolitik dan turunnya minyak menjadi sentimen positif bagi saham konsumsi, industri, dan ritel. Namun, sektor energi berpotensi tetap tertekan. Bursa Eropa masih berpeluang mencetak rekor baru selama laporan laba tetap kuat dan pembicaraan AS–Iran tidak kembali memburuk.(arl)
Sumber : Newsmaker.id