Wall Street Menguat, Saham Chip Rebound
Bursa saham AS menguat pada perdagangan Senin (20/7), seiring harga minyak yang berfluktuasi setelah serangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen pasar juga terbantu oleh rebound saham-saham semikonduktor.
S&P 500 naik 0,6%, sementara Nasdaq Composite menguat 0,9%. Dow Jones Industrial Average juga bertambah 221 poin atau sekitar 0,4%.
Sentimen investor membaik setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyampaikan bahwa mediator masih terus bertukar pesan dengan Iran. Pernyataan tersebut memunculkan harapan bahwa jalur diplomasi antara AS dan Iran masih terbuka.
Harga minyak sempat menguat akibat serangan AS yang memasuki hari kesembilan berturut-turut terhadap Iran. Namun, kenaikan kemudian terpangkas setelah muncul sinyal negosiasi. WTI bergerak stabil di sekitar US$82 per barel, sementara Brent berada di dekat US$88 per barel.
Penguatan Wall Street juga ditopang oleh saham chip yang mencoba pulih dari tekanan tajam pekan lalu. VanEck Semiconductor ETF naik lebih dari 2%, sementara Micron Technology dan Astera Labs masing-masing menguat sekitar 5%. Teradyne naik lebih dari 6%, dan AMD menguat lebih dari 4%.
Dampaknya ke market, rebound saham chip memberi napas positif bagi indeks teknologi seperti Nasdaq. Namun, pasar masih akan sensitif terhadap perkembangan konflik AS-Iran, harga minyak, dan sinyal diplomasi. Jika harga minyak kembali melonjak, kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi bisa kembali menekan saham. (arl)
Sumber : Newsmaker.id