Bursa Eropa Datar, Risiko Energi Membayangi
Bursa saham Eropa ditutup datar pada perdagangan Kamis (16/7), melanjutkan momentum terbatas dari dua sesi sebelumnya. Investor masih menimbang sentimen positif dari laporan emiten dengan kekhawatiran terhadap inflasi energi yang kembali menguat.
Euro STOXX 50 ditutup stabil di level 6.268, sementara STOXX Europe 600 juga bergerak datar di level 643. Pergerakan ini menunjukkan pasar belum memiliki dorongan kuat untuk bergerak lebih tinggi, terutama karena risiko harga energi masih membayangi prospek ekonomi kawasan.
Saham barang mewah menjadi salah satu penopang pasar setelah mendapat dukungan dari kuatnya kinerja Richemont sehari sebelumnya. LVMH dan Hermes masing-masing naik sekitar 1,5%, menandakan minat investor terhadap sektor luxury goods masih cukup solid.
Saham Publicis juga menguat 3% setelah perusahaan menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh. Kenaikan ini memberi sentimen positif di tengah pasar yang secara umum masih bergerak hati-hati.
Namun, kenaikan harga gas menekan sektor utilitas dan menambah ketidakpastian bagi perusahaan yang terkait dengan infrastruktur AI yang membutuhkan konsumsi listrik besar. Enel, Schneider, dan Siemens Electric turun antara 1,5% hingga 2,5%.
Di sektor energi, TotalEnergies melemah 1,5% setelah pratinjau kinerjanya menunjukkan laba kuartal II kemungkinan terbantu oleh harga minyak yang lebih tinggi, tetapi pendapatan dari LNG diperkirakan turun tajam. Dampaknya ke market, bursa Eropa masih berpotensi bergerak terbatas selama risiko energi dan inflasi belum mereda, meski laporan emiten tertentu tetap memberi dukungan selektif.(yds)
Sumber: Newsmaker.id