TSMC Melemah, Nasdaq Ikut Tertekan
Wall Street melemah pada perdagangan Kamis (16/7) setelah tekanan pada saham Taiwan Semiconductor menyeret sektor chip. Indeks S&P 500 turun 0,3%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,9%. Dow Jones Industrial Average juga turun tipis 20 poin atau 0,1%.
Tekanan utama datang dari saham Taiwan Semiconductor yang turun 2%. Meski laporan kuartal II perusahaan lebih baik dari perkiraan, investor lebih fokus pada kenaikan proyeksi belanja modal. TSMC kini memperkirakan capital expenditure tahun ini berada di kisaran US$60 miliar hingga US$64 miliar, naik dari panduan sebelumnya US$52 miliar hingga US$56 miliar.
Sektor semikonduktor ikut terseret. VanEck Semiconductor ETF turun lebih dari 2%, dipimpin oleh pelemahan Arm Holdings yang anjlok lebih dari 6%. Saham Micron Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing turun lebih dari 3%, sementara Broadcom melemah lebih dari 2%. Saham SK Hynix yang tercatat di AS juga merosot lebih dari 6%.
Meski begitu, pelemahan Dow tertahan oleh kenaikan UnitedHealth yang melonjak lebih dari 6% setelah mencatat laba lebih baik dari ekspektasi. Kinerja positif UnitedHealth membantu meredam tekanan lebih dalam di indeks saham blue chip tersebut.
Sebelumnya, Wall Street sempat menguat setelah data PPI AS yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat harapan bahwa inflasi mulai mendingin. Namun, tekanan pada saham chip menunjukkan investor masih sensitif terhadap valuasi teknologi, belanja modal AI, dan prospek margin perusahaan semikonduktor.
Dampaknya ke market, tekanan di sektor chip bisa membatasi reli saham teknologi dalam jangka pendek. Meski inflasi yang lebih jinak dan yield yang lebih rendah masih menjadi sentimen positif, pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari laporan keuangan perusahaan besar berikutnya untuk menjaga momentum Wall Street. (arl)
Sumber : Newsmaker.id