Harga Minyak Stabil, Hormuz Tetap Tegang
Harga minyak bergerak cenderung stabil pada perdagangan Rabu (15/7), meski Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade laut di dekat Selat Hormuz.
WTI untuk pengiriman Agustus naik 26 sen dan ditutup di level US$79,60 per barel. Sementara itu, Brent untuk pengiriman September menguat 22 sen ke level US$84,95 per barel.
U.S. Central Command atau CENTCOM menyatakan telah melakukan gelombang serangan baru terhadap Iran dalam operasi selama tujuh jam. Serangan tersebut menargetkan puluhan aset militer di dekat Selat Hormuz dan sepanjang wilayah pesisir Iran.
Operasi itu melibatkan pesawat tempur, drone, dan kapal angkatan laut. Target serangan mencakup fasilitas rudal dan drone, aset angkatan laut, serta sistem pertahanan pesisir yang dinilai digunakan Iran untuk mengancam kapal komersial.
Ketegangan makin meningkat setelah AS kembali menerapkan blokade terhadap kapal yang menuju dan keluar dari pelabuhan Iran. CENTCOM juga menuduh Iran secara sengaja menargetkan warga sipil dan menyerang tujuh kapal komersial dalam sepekan terakhir, yang menyebabkan sejumlah awak kapal tewas, hilang, atau terluka.
Dampaknya ke market, harga minyak memang belum melonjak tajam, tetapi risiko kenaikan masih besar. Jika intensitas konflik bertahan dalam beberapa pekan, minyak berpeluang kembali menguji area US$100 per barel. Risiko bisa lebih besar lagi jika infrastruktur minyak regional ikut menjadi target serangan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id