Dolar AS Rebound, Data Ekonomi Tahan Tekanan Pasar
Indeks dolar AS menguat ke level 100,6 pada perdagangan Kamis, setelah melemah dalam dua sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi karena investor mencermati data ekonomi terbaru yang masih menunjukkan daya tahan ekonomi Amerika Serikat.
Data penjualan ritel AS naik sesuai ekspektasi pasar. Penurunan harga bensin memang menekan penerimaan di SPBU, tetapi penjualan di dealer kendaraan bermotor dan ritel non-toko tercatat tetap solid.
Sementara itu, klaim awal pengangguran turun ke level terendah dalam dua bulan, yaitu 208.000. Data ini memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat, meskipun sebelumnya ada kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi.
Pasar juga tetap memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Harga minyak masih bergerak dekat level tertinggi satu bulan setelah Amerika Serikat meningkatkan serangan terhadap Iran. Kondisi ini membuat risiko inflasi energi tetap menjadi perhatian investor.
Dari sisi dampak market, dolar AS berpotensi tetap mendapat dukungan jika data ekonomi AS terus solid dan peluang kenaikan suku bunga The Fed bertahan. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bulan ini sekitar 12%, sementara peluang kenaikan pada September berada di kisaran 56%. Greenback juga bergerak lebih kuat terhadap poundsterling dan euro, sementara harga minyak yang tinggi masih bisa menjaga volatilitas di pasar global. (asd)
Sumber: Newsmaker.id