Wall Street Melemah, Saham Chip Tertekan
Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (7/7), tertekan oleh aksi jual di saham-saham chip. Indeks S&P 500 turun 0,4%, Nasdaq 100 melemah 1,8%, sementara Dow Jones turun 131 poin setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi.
Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor. Investor mulai mempertanyakan apakah perusahaan-perusahaan besar berbasis AI mampu membenarkan belanja infrastruktur yang sangat tinggi. Kekhawatiran ini membuat saham chip kembali berada di bawah tekanan.
Sentimen negatif tetap muncul meskipun Samsung mencatat lonjakan laba kuartalan hingga 19 kali lipat. Pasar justru semakin berhati-hati setelah muncul laporan bahwa DeepSeek asal China sedang mengembangkan chip AI sendiri, yang berpotensi menambah persaingan di sektor teknologi.
Beberapa saham chip besar mencatat pelemahan tajam. Broadcom turun 0,8%, Micron melemah 4,7%, AMD merosot 6,5%, dan Intel anjlok 9,7%. Namun, Nvidia masih mampu menguat 0,7%, menunjukkan investor tetap selektif terhadap saham yang dinilai masih kuat di sektor AI.
Selain tekanan dari saham teknologi, kenaikan imbal hasil obligasi AS juga membebani pasar secara luas. Yield naik setelah serangan terhadap tanker di Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran inflasi energi. Di sektor lain, Visa turun 1,4%, sementara Caterpillar melemah 3,1%.(arl)
Sumber: Newsmaker.id