• Wed, Jul 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 July 2026 04:03  |

Dolar Menguat, Hormuz Picu Risk-Off

Dolar AS menguat pada perdagangan Selasa (7/7) karena permintaan aset safe haven meningkat. Sentimen pasar kembali hati-hati setelah harga minyak naik akibat serangan baru terhadap kapal di Selat Hormuz.

Indeks spot dolar bloomberg naik 0,2% setelah sebelumnya melemah selama tiga hari berturut-turut. Penguatan dolar terjadi setelah tiga kapal dilaporkan diserang di Selat Hormuz, sehingga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan stabilitas pasokan energi global.

Tekanan inflasi juga kembali menjadi perhatian. Survei Ekspektasi Konsumen New York Fed menunjukkan ekspektasi inflasi satu tahun naik ke 3,67% pada Juni, dari 3,46% pada bulan sebelumnya. Menurut analis Bank of America, Alex Cohen, kenaikan ekspektasi inflasi dan harga minyak ikut mendukung dolar AS.

Di Jepang, USD/JPY bergerak relatif stabil di sekitar 162,06. Yen sempat mendapat dukungan setelah Menteri Strategi Pertumbuhan Jepang, Minoru Kiuchi, membantah laporan bahwa pemerintah mendorong suku bunga rendah sebagai bagian dari kebijakan ekspansi fiskal. Data upah Jepang yang kembali naik pada Mei juga memperkuat pandangan bahwa Bank of Japan masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga.

Sementara itu, NZD/USD turun 0,4% ke level 0,5681 menjelang keputusan suku bunga Reserve Bank of New Zealand. Mayoritas ekonom memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 2,50%. Jika benar terjadi, dolar Selandia Baru berpotensi mendapat dorongan jangka pendek.

Di mata uang lain, USD/CAD turun tipis ke 1,4199 setelah surplus perdagangan Kanada melebar ke level terbesar dalam empat tahun, didukung sektor energi, logam, dan mineral. Sementara itu, EUR/USD melemah 0,2% ke 1,1415, dengan pasar juga mencermati perkembangan politik Prancis setelah Marine Le Pen tetap berencana maju dalam pemilihan presiden meski menghadapi putusan hukum. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai