Emas Stabil, Kekhawatiran TimTeng jadi Penahan
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa (7/7) setelah sempat melemah di awal sesi. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.170 per troy ounce, sementara investor mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan menunggu risalah rapat Federal Reserve bulan Juni.
Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi dua pekan pada Senin. Kenaikan itu didorong oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Namun, kekhawatiran inflasi masih menahan ruang penguatan emas. Pasar menilai The Fed masih berpeluang mempertahankan sikap “higher for longer” atau suku bunga tinggi lebih lama. Saat ini, trader memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di sekitar 60%.
Dari sisi geopolitik, harga minyak kembali naik setelah dua tanker dilaporkan terkena serangan di Selat Hormuz. Iran juga menyatakan akan menghentikan pembicaraan damai jika Presiden Donald Trump terus mengeluarkan ancaman untuk memulai kembali perang. Kondisi ini membuat pasar global lebih berhati-hati dan memberi dukungan bagi aset safe haven seperti emas.
Di sisi lain, China kembali menambah cadangan emasnya dan memperpanjang tren pembelian menjadi 20 bulan berturut-turut, dengan total cadangan mencapai 75,44 juta ounce. Hong Kong juga meluncurkan sistem kliring emas dan menghidupkan kembali perdagangan berjangka untuk memperkuat posisinya sebagai pusat emas regional.(yds)
Sumber: Newsmaker.id