Emas Gagal Tembus US$4.200
Harga emas dan perak melemah pada akhir perdagangan Selasa (7/7) sesi Amerika Utara. Tekanan datang dari kenaikan imbal hasil Treasury AS, penguatan dolar, serta kembali meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.127,10 per troy ounce, turun tipis 0,04%. Sementara itu, perak spot bergerak di sekitar US$60,859 per ounce dan relatif tidak banyak berubah. Di pasar Comex, emas kontrak terdepan ditutup turun 0,24% ke US$4.145,30, sedangkan perak turun 1,60% ke US$60,931.
Pelemahan emas membuat harga kembali tertahan di bawah area US$4.200, yang sebelumnya menjadi batas atas setelah reli pasca data tenaga kerja AS. Data payrolls yang lebih lemah memang sempat memberi dukungan bagi emas, karena pasar menilai The Fed tidak perlu terlalu agresif menaikkan suku bunga.
Namun, dukungan tersebut tertahan karena yield obligasi AS dan dolar kembali menguat. Saat yield naik, aset seperti emas dan perak menjadi kurang menarik karena keduanya tidak memberikan imbal hasil. Dolar yang lebih kuat juga membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Perak juga kehilangan momentum setelah gagal bertahan di atas level US$62,00. Kondisi ini membuat tren kenaikan empat hari berturut-turut terhenti. Secara umum, emas dan perak masih berada dalam fase konsolidasi. Untuk bisa lanjut naik lebih kuat, pasar membutuhkan pelemahan dolar atau penurunan yield AS.(arl)
Sumber: Newsmaker.id