S&P 500 dan Nasdaq Melemah, Reli Chip Kehilangan Tenaga
Saham AS ditutup melemah pada Selasa (9/6), dengan S&P 500 turun 0,26% dan Nasdaq turun 0,97%, sementara Dow naik 0,17%. Tekanan utama datang dari sektor semikonduktor yang kembali terkoreksi setelah reli sehari sebelumnya.
ETF semikonduktor iShares turun lebih dari 3%, setelah rebound 6% pada Senin. Saham-saham chip kembali terseret: Micron turun hampir 5% usai lonjakan 10% sehari sebelumnya, sementara Broadcom turun lebih dari 2% ketika rebound cepatnya kehilangan momentum. Pasar masih sensitif terhadap narasi bahwa reli AI di saham chip sempat “terlalu cepat, terlalu tinggi.”
Di sisi komoditas, harga minyak justru melemah. WTI turun sekitar 3% ke bawah US$90/barel (sekitar US$88) setelah pejabat energi AS menyebut lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat, ditambah pernyataan Trump bahwa kesepakatan AS–Iran bisa tercapai dalam “dua atau tiga hari” dan membuka Hormuz “segera.” Penurunan minyak menekan saham energi, yang turun sekitar 2% di S&P 500.
Meski sektor energi dan teknologi melemah, penurunan minyak memberi dampak positif ke sektor lain. Materials dan consumer discretionary memimpin kenaikan di S&P 500, dan real estate ikut menguat setelah data penjualan rumah existing home sales lebih baik dari perkiraan.
Gambaran besarnya: pasar mulai “memisahkan” cerita. Turunnya minyak membantu sebagian sektor yang sensitif terhadap biaya dan inflasi, tetapi tekanan valuasi dan volatilitas di saham chip masih cukup kuat untuk menahan indeks, terutama Nasdaq, dari melanjutkan pemulihan.(arl)*
Sumber: Newsmaker.id